Fungsi Scaffolding: Lebih dari Sekadar Struktur Sementara

Di balik penggunaannya, terdapat berbagai jenis scaffolding dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan pekerjaan.

Scaffolding adalah struktur penunjang sementara yang digunakan untuk membantu pekerjaan di ketinggian agar dapat dilakukan dengan lebih aman, stabil, dan efisien. Selain menjadi akses kerja bagi pekerja, scaffolding juga berfungsi untuk menopang material maupun peralatan selama proses pekerjaan berlangsung.

Dalam dunia konstruksi dan industri, scaffolding menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung pekerjaan di area yang sulit dijangkau maupun pekerjaan di ketinggian. Penggunaannya tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga berperan besar dalam menjaga keselamatan pekerja selama proses pekerjaan berlangsung.
Karena setiap proyek memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, jenis scaffolding yang digunakan pun dapat bervariasi. Mulai dari proyek konstruksi gedung, maintenance industri, hingga fasilitas oil & gas dan pertambangan, semuanya membutuhkan sistem scaffolding yang tepat sesuai area kerja dan aktivitas yang dilakukan.

 

Scaffolding Main Frame

Scaffolding Main Frame merupakan salah satu jenis scaffolding yang paling umum digunakan di Indonesia. Jenis scaffolding ini banyak dipilih karena memiliki biaya yang relatif lebih ekonomis, proses pemasangan yang cepat, serta penggunaannya yang lebih sederhana.

Pada umumnya, scaffolding main frame digunakan untuk pekerjaan ringan seperti:

  • Pengecatan
  • Plesteran
  • Pekerjaan finishing bangunan
  • Akses kerja pada area dengan ketinggian terbatas

Namun, di balik kemudahannya, scaffolding jenis ini juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:

  1. Belum memiliki standar internasional yang seragam Penggunaan scaffolding main frame di lapangan sering kali memiliki spesifikasi yang berbeda-beda sehingga aspek standarisasi dan konsistensi kualitas perlu menjadi perhatian.
  2. Cocok untuk pekerjaan kategori light duty Struktur scaffolding ini umumnya lebih ideal digunakan untuk pekerjaan ringan dan kurang direkomendasikan untuk aplikasi dengan beban tinggi atau struktur kompleks, terutama pada ketinggian di atas 10 meter.
  3. Keterbatasan fleksibilitas desain Scaffolding main frame tidak dirancang untuk kebutuhan khusus seperti:
    • Cantilever
    • Bridging
    • Bird cage
    • Hanging scaffolding
  4. Banyak digunakan pada proyek dengan efisiensi biaya jenis scaffolding ini umumnya dipilih pada proyek-proyek dengan pertimbangan budget ekonomis dan kebutuhan pekerjaan standar.

 

Scaffolding Ring Lock

Scaffolding Ring Lock merupakan salah satu sistem scaffolding modern yang saat ini banyak digunakan pada berbagai proyek industri dan konstruksi. Dibandingkan dengan sistem konvensional, scaffolding jenis ini menawarkan efisiensi pemasangan, fleksibilitas desain, serta standar keselamatan yang lebih tinggi.

Beberapa keunggulan scaffolding Ring Lock antara lain:

  • Memiliki sertifikasi dan standar internasional, termasuk standar Eropa (European Standards)
  • Bersifat versatile dan fleksibel dengan kemampuan menahan beban yang setara dengan scaffolding tubular
  • Tersedia dalam berbagai ukuran dan aksesoris sehingga memungkinkan desain scaffolding yang lebih kompleks dan beragam
  • Proses pemasangan lebih cepat dan efisien karena menggunakan lebih sedikit komponen
  • Memiliki fitur keselamatan yang lebih lengkap, seperti:
    • Assembly guardrail
    • Guardrails
    • Non-slip platforms
    • Konfigurasi perlindungan untuk third-party safety

 

 

Scaffolding Tubular

Sebagai kontraktor spesialis Tube & Coupler Scaffolding, RSA menyediakan layanan perancangan, penyewaan, dan pemasangan scaffolding tubular untuk berbagai kebutuhan pekerjaan sipil (civil works).

Berdasarkan pengalaman di lapangan, penggunaan scaffolding tube & coupler menjadi pilihan yang efisien dan sesuai budget, khususnya untuk pekerjaan seperti:

  • Renovasi bangunan bersejarah dan ikon kota
  • Perbaikan struktur gedung, seperti keretakan dan pekerjaan perkuatan
  • Akses kerja pada konstruksi jalan layang, seperti LRT, MRT, dan flyover
  • Pekerjaan maintenance dan turnaround pada fasilitas minyak dan gas
  • Akses kerja pada area proses kilang (refinery), tanki penyimpanan, pipe rack, dan struktur baja industri
  • Proyek revamping, inspeksi, serta pekerjaan mekanikal di fasilitas energi dan petrokimia

Untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut, penggunaan scaffolding umumnya mengacu pada standar internasional tertentu, di antaranya JIS (Japanese Industrial Standards) dan BS (British Standards).

 

JIS merupakan standar industri yang berasal dari Jepang dan banyak digunakan untuk pekerjaan dengan kebutuhan light hingga medium duty. Scaffolding standar JIS umumnya menggunakan material yang lebih ringan sehingga cukup efektif untuk pekerjaan sipil, renovasi, maupun akses kerja umum.

Sementara itu, BS (British Standards) merupakan standar asal Inggris yang memiliki spesifikasi teknis dan aspek keselamatan yang lebih ketat. Standar ini banyak digunakan pada proyek industrial, oil & gas, power plant, serta pekerjaan dengan tingkat risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi. RSA sendiri menggunakan scaffolding dengan standar BS (British Standards) untuk mendukung kebutuhan proyek yang mengutamakan keselamatan, kekuatan struktur, dan keandalan sistem scaffolding di lapangan.

Pada akhirnya, pemilihan standar scaffolding akan bergantung pada kebutuhan proyek, spesifikasi teknis, aspek keselamatan kerja, serta kebijakan dan budget dari perusahaan pengguna.

Shere in Your Sosial Media :

Facebook
WhatsApp
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − ten =